Analisa Usaha Waralaba Tahu Kress

Berikut kami sajikan untuk menghitung analisa usaha untuk wilayah Jawa Timur dan Wamena IrianJaya. untuk usaha waralaba di daerah lain, kami hitungkan sesuai dengan wilayah atau area usaha waralaba calon mitra, sehingga usaha waralaba mitra benar benar terhitung dengan analisis usaha yang detail. maka dengan perhitungan analisa usaha tersebut bisa di analisa untuk menentukan bulan ke berapa balik modal usaha waralaba mitra serta seberapa besar nilai laba nya.
Analisa Usaha Wilayah JawaTimur
Biaya produksi
- Harga tahu perporsi = Rp 400,-
- Harga minyak goreng perporsi = Rp 250,-
- Harga tepung perporsi = Rp 140,-
- Harga bumbu khas perporsi = Rp 160,-
- Harga caos perporsi = Rp 110,-
- Harga kemasan perporsi = Rp 160,-
- Harga kebutuhan elpiji = Rp 150,-
Total Biaya Produksi = Rp 1.350,-
HARGA JUAL = Rp 1.350,- x 2,3
= Rp 3.105
Harga jual dibulatkan menjadi Rp 3.000,- atau Rp 3.500,-
(Harga ini sangat sesuai dengan kebutuhan rata rata masyarakat JawaTimur)
Laba kotor perporsi = Harga Jual – Biaya Produksi
= Rp 3.000 – Rp 1.350
= Rp 1.650,-
Harga Jual Rp 3.000,-
Tabel Perhitungan dengan aktifitas penjualan, perhitungan untuk penjualan 40 porsi/hari, 70 porsi/hari, dan 100 porsi/hari
| Uraian | Aktivitas Penjualan | ||
| 40 Porsi/hari | 70 Porsi/hari | 100 Porsi/hari | |
| Omzet | 3.600.000 | 6.300.000 | 9.000.000 |
| HPP (Rp 1.350,-/porsi)* | 1.620.000 | 2.835.000 | 4.050.000 |
| Laba Kotor (Omzet-HPP) | 1.980.000 | 3.465.000 | 4.950.000 |
| Biaya | |||
| ? Gaji Sales Outlet | 500.000 | 800.000 | 1.200.000 |
| ? Sewa Stan | 250.000 | 300.000 | 300.000 |
| ? Kebutuhan Lain | 100.000 | 200.000 | 300.000 |
| Total Biaya | 850.000 | 1.300.000 | 1.800.000 |
| Net Profit (Laba bersih) | 1.130.000 | 2.165.000 | 3.350.000 |
| BEP (Balik Modal) | ± 3 Bulan | ± 2 Bulan | ± 1 Bulan |
Nah, Sehingga untuk setiap daerah akan dihitung terlebih dahulu nilai besarnya setiap bahan bahan pada daerah tersedut, sehingga ditemukan harga jual yang sesuai.
Analisa Biaya Daerah Wamena, Irian Jaya
Hal hal yang perlu di identifikasi terlebih dahulu :
- Harga Kirim Bahan Bahan Standart dari pusat
- Harga Bahan Tahu di daerah setempat
- Harga minyak goreng, Tabung LPG, dan Caos
Harga Kirim dari pusat ke wamena adalah : Rp 47.000,-/kg
Harga Tahu adalah Rp 2.000,- perpotong, bentuk potongan Tahu tersebut di potong menjadi 1,5 cm akan di hasilkan 30 irisan Tahu.
Harga Minyak Goreng Rp 13.000,-/kg
Harga tabung isi 3 kg adalah Rp 20.000,-
Harga Caos per item Rp 150,-
Tabel Perhitungan HPP
- Tahu : 1 porsi berisi 14 – 15 irisan, karena 1 potong di iris menjadi 30 irisan, maka 1 potong menjadi 2 porsi, sehingga ditemukan bahwa HPP tahu perporsi adalah Rp 1.000,-
- Minyak Goreng : 1 kg harga Rp13.000,- bisa digunakan untuk 35 porsi, sehingga HPP minyak goreng perporsi ditemukan Rp 370,-
- Tepung Formula : 1 kg harga dasar Rp 8.000,- terus ditambah dengan ongkos kirim per kg Rp 47.000,-, maka harga Tepung Formula sampai di Wamena adalah Rp 55.000,-, maka karena Tepung bisa digunakan untuk 40 porsi, maka ditemukan HPP Tepung Formula di tempat tersebut adalah Rp 1.375,-/porsi
- Bumbu Khas : biaya kirim adalah 47rb/kg, karena bumbu berisi ¼ kg, maka harga kirimnya adalah Rp 12rb, sehingga ditemukan harga Bumbu Khas sampai di wamena adalah Rp 24.500,-/bungkus. Dan karena perbungkus tersebut bisa digunakan untuk 75 porsi, diketahui HPP bumbu Khas tersebut adalah Rp 330,-/porsi
- Hpp Caos adalah Rp 150,-/porsi
- Kemasan : 1kg pengiriman berisi 2 bendel sehingga harga sampai di wamena adalah harga 1 bendel ditambah Rp 23.500,-. Maka ditemukan harga perbendel adalah Rp39.500,-, sehingga HPP Kemasan untuk 1 porsi adalah Rp 395,-
- Elpiji : HPP LPG perporsi adalah Rp 20.000,- dibagi 110 porsi, maka ditemukan Rp 180,-/porsi
Rangkuman dari Perhitungan diatas adalah :
- Harga tahu perporsi = Rp 1.000,-
- Harga minyak goreng perporsi = Rp 370,-
- Harga tepung perporsi = Rp 1.375,-
- Harga bumbu khas perporsi = Rp 330,-
- Harga caos perporsi = Rp 150,-
- Harga kemasan perporsi = Rp 395,-
- Harga kebutuhan elpiji = Rp 180,-
Total Biaya Produksi = Rp 3.800,-
HARGA JUAL = Rp 3.800,- x 2,3
= Rp 8.700
Harga jual dibulatkan menjadi Rp 10.000,-/porsi
(Harga ini sesuai dengan kebutuhan masyarakat wamena, irianjaya, terbukti penjualan sangat bagus)
Laba kotor perporsi = Harga Jual – Biaya Produksi
= Rp 10.000 – Rp 3.800
= Rp 6.200,-
Selanjutanya, silahkan ajukan ke kami untuk perhitungan analisa usaha di daerah calon mitra. Analisa di setiap daerah tidak sama, karena harga di daerah kadang tidak sama dengan harga bahan di daerah calon mitra. hal ini juga di pengaruhi oleh ongkos kirim bahan bahan dari pusat






0 komentar:
Posting Komentar